Jakarta – Perwakilan masyarakat dari Aceh melangsungkan aksi damai di depan gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (25/6/26). Aksi ini merupakan upaya untuk mendesak pemerintah agar pengelolaan sumber daya alam di Blok Andaman dijalankan dengan prinsip transparansi serta keberpihakan penuh pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Tgk. H. Ghazali Abbas Adan, tokoh masyarakat Aceh yang turut hadir dalam aksi tersebut, menekankan pentingnya peran aktif warga dalam mengawal kebijakan pemerintah. Ia berpendapat bahwa menjaga keadilan melalui pengawasan sumber daya alam adalah tanggung jawab moral yang krusial.
“Menyuarakan kebenaran adalah kewajiban yang harus dijalankan. Pemimpin sejati seharusnya tidak antikritik, dan masyarakat pun harus berani bersikap ketika melihat ketidakadilan,” ujar Ghazali Abbas Adan dalam orasinya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan universal dan Syariat Islam. Ghazali menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut seharusnya menjadi pedoman untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat, bukan hanya sekadar formalitas tanpa dampak yang nyata. Baginya, setiap kebijakan ekonomi, termasuk sektor migas di Blok Andaman, harus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi rakyat.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung paradoks kekayaan alam Aceh yang melimpah namun masih dibayangi oleh angka kemiskinan. Ghazali mengajak seluruh pihak terkait untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola amanah kekayaan daerah tersebut.
“Aceh memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan. Kita harus merawat perdamaian ini dengan langkah konkret, seperti mengentaskan kemiskinan, mendukung pendidikan anak yatim, dan memastikan pembangunan daerah dilakukan dengan integritas,” tegasnya.
Melalui unjuk rasa ini, massa berharap Kementerian ESDM membuka ruang dialog yang lebih terbuka dengan berbagai elemen pemangku kepentingan. Harapannya, pengelolaan Blok Andaman di masa depan tidak hanya memberikan keuntungan bagi negara, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam peningkatan taraf hidup masyarakat Aceh secara signifikan.
