Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana menyampaikan arahan atau taklimat kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Rencana ini pertama kali diungkapkan Presiden saat meresmikan 218 jembatan beberapa waktu lalu.
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, memberikan penjelasan mengenai latar belakang rencana tersebut. Menurut Ivan, taklimat ini bertujuan untuk menyampaikan kondisi riil bangsa secara jujur, terutama mengenai kekuatan nasional dan situasi terkini yang perlu diketahui masyarakat.
Saat ini, format dan mekanisme penyampaian pernyataan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal. “Diskusi mengenai format dan templatnya masih berlangsung, apakah akan berbentuk monolog, dialog dengan pemimpin redaksi, atau melibatkan influencer,” ujar Ivan dalam sebuah diskusi media, Rabu (11/2/2026).
Ivan menjelaskan bahwa penggunaan istilah “taklimat” merujuk pada pemberian pandangan umum atau arahan strategis, terutama terkait posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Salah satu poin utama yang akan ditekankan Presiden adalah penanganan disinformasi dan berita palsu yang marak beredar di media sosial.
Presiden Prabowo bermaksud meluruskan sejumlah isu strategis secara langsung, di antaranya:
- Ketahanan Energi: Mengklarifikasi narasi keliru soal cadangan energi yang menipis. Pemerintah menegaskan Indonesia tetap pada jalur swasembada solar pada 2026.
- Ketahanan Pangan: Menjelaskan kondisi surplus beras yang mencapai 17 juta ton serta swasembada jagung dan cabai rawit.
- Politik Luar Negeri: Menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang aktif mengupayakan perdamaian dan tidak menjadi ancaman bagi pihak mana pun.
- Program Domestik: Update mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perjanjian dagang internasional.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya menangkal “DFK” (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian) yang dinilai dapat menyesatkan publik. Ivan mencontohkan potongan video hoaks yang menyebut cadangan energi nasional hanya cukup untuk 20 hari sebagai salah satu narasi yang perlu segera diluruskan.
Selain itu, taklimat ini bertujuan memberikan ketenangan kepada masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri. Presiden ingin memastikan bahwa pasokan pangan dan energi dalam kondisi aman sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas mudik dan Lebaran dengan lancar.
“Presiden selalu berupaya menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Intinya, pemerintah ingin memastikan rakyat merasa tenang dan kebutuhan dasarnya tercukupi,” pungkas Ivan.














