MEDAN – Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia menggandeng investor asal Tiongkok untuk menguji coba mesin pengering gabah (mobile grain dryer) guna memperkuat penanganan pascapanen petani di Sumatera Utara.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan di Medan, Selasa (28/4) lalu, yang menyoroti aspek teknis pemanfaatan alat serta skema implementasi di tingkat petani, di tengah kebutuhan peningkatan kualitas hasil panen.
Perwakilan produsen dari Tiongkok, YouHong Eustace, menyampaikan mesin pengering gabah itu memiliki kapasitas hingga 10 ton dalam waktu sekitar 15 jam. Teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengeringan sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat cuaca.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati rencana mendatangkan unit mesin ke Indonesia sebagai tahap awal uji coba melalui Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia.
Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Hubungan Luar Negeri, Diplomasi Asia Timur, Investasi, dan Pengembangan Ekonomi Effendi Andoko yang mendampingi investor Tiongkok Chun Yi mengatakan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan kualitas gabah kering.
“Grain dryer dengan kapasitas 10 ton per 15 jam akan didatangkan dari Tiongkok untuk diujicobakan melalui koperasi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rencana implementasi, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, ditetapkan sebagai lokasi awal operasional, tepatnya di Desa Paret Kaca. Lahan milik anggota koperasi tersebut disiapkan sebagai area operasional sekaligus workshop.
Kerja sama ini selanjutnya akan dituangkan dalam nota kesepahaman antara Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan pihak YouHong yang diwakili Chun Yi.
Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Devis Abuimau Karmoy menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi, khususnya dalam mendukung usaha anggota di sektor pertanian.
“Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi anggota sekaligus memperkuat ekonomi berbasis koperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, koperasi ke depan akan bersinergi dengan pemerintah serta kelompok tani, termasuk yang tergabung dalam Koperasi Merah Putih, untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Koperasi Pers Deddi Hutajulu, Bendahara Jansen Tanuwijaya, perwakilan anggota koperasi Rachmad Suwelen, serta perwakilan kelompok tani dari Kabupaten Langkat.
