Nagoya – Kehadiran langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, untuk mengawal dan memberikan suntikan semangat bagi kontingen Merah Putih di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, membuahkan hasil manis. Kontingen Indonesia terus menunjukkan dominasinya dengan menambah pundi-pundi medali hingga menembus 10 medali emas pada Kamis (22/10/2026), jauh melampaui target awal tujuh emas.
Dua medali emas tambahan disumbangkan oleh ganda campuran Para Table Tennis Class XD10, Barce Layaba/Leli Marlina, serta perenang Abdil Majid Rahman di nomor Para Swimming Mens 100m Breaststroke SB7. Capaian ini memperkuat tren positif usai sehari sebelumnya Indonesia memborong tiga emas dari cabang boccia dan satu emas dari para atletik.
Menpora Erick menyampaikan rasa bangga atas konsistensi dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet disabilitas tanah air, meski target utama dari pemerintah telah terlewati.
“Alhamdulillah, hari ini Indonesia kembali mendapatkan dua emas sehingga total sudah 10 emas. Dari target tujuh emas yang kita tetapkan, sekarang kita sudah melampauinya. Saya bangga dengan semangat juang para atlet kita. Mereka tidak berhenti ketika target tercapai, tetapi terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ini menunjukkan mentalitas juara yang harus terus kita jaga,” ujar Menpora Erick.
Selama mendampingi kontingen di Nagoya, Menpora Erick meninjau langsung sejumlah arena pertandingan. Pada Kamis pagi, Menpora hadir di Ichinomiya City Municipal Gymnasium untuk memberikan dukungan moral di babak semifinal para bulu tangkis. Dua ganda campuran Indonesia, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila (SL3-SU5) dan Subhan/Rina Marlina (SH6), sukses melaju ke partai puncak disaksikan langsung oleh Menpora.
Sebelumnya pada Rabu (21/10/2026), Menpora juga memantau laga para atletik yang diikuti I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Karisma Evi Tiarani, serta menyapa secara langsung para atlet pencetak sejarah di cabang boccia, Handayani, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha.
Kehadiran jajaran Kemenpora di venue pertandingan merupakan bagian dari paradigma baru dalam tata kelola olahraga nasional, yakni komitmen pemerintah untuk mendampingi atlet di setiap tahapan perjuangan. Sinergi ini tercermin dari soliditas antara Kemenpora, Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani, dan Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun.
“Para atlet sudah menjalani latihan panjang dan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya hadir saat memberikan target atau ketika medali sudah diraih. Kita harus hadir bersama mereka dalam proses perjuangannya agar atlet merasakan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” tegas Menpora.
Menutup keterangannya, Menpora Erick mengapresiasi kerja kolaboratif seluruh tim di balik layar dan berharap pencapaian di Asian Para Games 2026 menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas Indonesia di tingkat dunia.
Jakarta, 22 Oktober 2026
Humas Kemenpora
Tentang Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) merupakan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan dan olahraga. Kemenpora RI memiliki peran strategis dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta program pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda, sekaligus membangun ekosistem olahraga nasional yang berprestasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui berbagai program dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, induk cabang olahraga, komunitas, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya, Kemenpora RI terus mendorong pembangunan kepemudaan dan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.
Narahubung Biro Hubungan Masyarakat:
Inda Purnamaningsih
Ketua Tim Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemenpora RI
Telepon/WhatsApp: +62 856-9552-6586
Email: tuhumaskemenpora@gmail.com
