Belakangan ini, tren veganisme tengah viral di media sosial. Vegan merujuk pada sekelompok orang yang memilih untuk tidak mengonsumsi daging hewan seperti sapi, kambing, ayam, dan lainnya.
Apa itu Vegan?
Vegan bukan sekadar diet, melainkan gaya hidup yang berupaya menghindari segala bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan. Ini mencakup produk makanan seperti susu, daging, telur, hingga madu. Lebih jauh lagi, prinsip ini juga diterapkan pada produk non-pangan, seperti menolak penggunaan pakaian berbahan kulit atau wol, serta menentang uji coba kosmetik pada hewan.
Sejarah Singkat
Akar veganisme sebenarnya sudah ada sejak praktik kuno Pythagoras dan ajaran Buddha. Namun, istilah “Vegan” baru dicetuskan pada tahun 1944 oleh Donald Watson di Inggris saat mendirikan The Vegan Society. Gerakan ini secara resmi membedakan diri dari vegetarian karena juga menghindari produk turunan seperti susu dan telur.
Bagaimana Kita Menyikapinya?
Fenomena ini seringkali menimbulkan pertanyaan: “Apakah kita tidak boleh memakan hewan?”
Di dalam Islam sendiri, mengonsumsi hewan adalah hal yang diperbolehkan selama mengikuti syariat. Hal ini tertera dalam QS. Al-Maidah (5): 3:
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…”
Ayat ini menyiratkan bahwa hewan yang disembelih dengan benar (atas nama Allah) hukumnya halal untuk dimakan. Pilihan untuk menjadi vegan adalah hak personal, namun secara agama, memakan daging tidaklah dilarang.
Nah, kalau kalian sendiri gimana, guys? Lebih nyaman jadi tim makan daging atau tim vegan?








