Pasar saham sektor energi kembali menunjukkan geliat positif. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan signifikan sebesar 15,83% ke level 505 dalam perdagangan hari ini. Kenaikan tajam ini menarik perhatian pelaku pasar, terutama di tengah meningkatnya kinerja fundamental perusahaan sepanjang 2025.
Ketua Tim Analis JAMPI, M. Yudi Suparta, menilai bahwa pergerakan DEWA saat ini tidak hanya didorong oleh sentimen teknikal semata, tetapi juga diperkuat oleh lonjakan kinerja keuangan yang cukup drastis.
“DEWA sedang berada dalam fase momentum kuat. Kenaikan harian yang agresif ini mengindikasikan adanya akumulasi besar, kemungkinan dari investor institusi yang mulai melihat potensi jangka menengah,” ujar Yudi dalam keterangannya.
Berdasarkan data keuangan, laba bersih DEWA sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal pertama, perusahaan mencatat laba sebesar Rp69 miliar, meningkat tajam dari Rp8 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Tren positif berlanjut di kuartal kedua dan ketiga, masing-masing sebesar Rp99 miliar dan Rp71 miliar.
Namun, lonjakan paling mencolok terjadi pada kuartal keempat 2025, di mana laba bersih melonjak hingga Rp4,068 triliun. Angka ini jauh melampaui performa historis perusahaan dan menjadi katalis utama meningkatnya minat pasar terhadap saham DEWA.
“Lonjakan laba di Q4 2025 menjadi game changer. Ini bisa berasal dari faktor non-recurring seperti revaluasi aset, penjualan proyek, atau dampak harga komoditas yang tinggi. Investor perlu mencermati kualitas laba tersebut,” jelas Yudi.
Dari sisi teknikal, Yudi menambahkan bahwa DEWA telah menembus area resistance kuat di kisaran 480–500, yang membuka peluang untuk melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek.
“Selama harga mampu bertahan di atas level psikologis 500, potensi lanjutan rally masih terbuka. Namun, perlu diwaspadai potensi profit taking mengingat kenaikan yang sudah cukup cepat dalam waktu singkat,” tambahnya.
Saham DEWA yang bergerak di sektor minyak, gas, dan batu bara juga turut diuntungkan oleh stabilnya harga komoditas energi global, yang memberikan sentimen positif terhadap emiten berbasis energi.
Sebagai penutup, Yudi menekankan pentingnya strategi bagi investor.
“Bagi trader, momentum ini menarik untuk dimanfaatkan dengan disiplin pada level support dan resistance. Sementara investor jangka menengah perlu memastikan bahwa pertumbuhan laba bersifat berkelanjutan, bukan hanya anomali satu periode,” tutupnya.
Kenaikan signifikan DEWA hari ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai melirik kembali saham-saham energi, terutama yang menunjukkan kombinasi antara momentum teknikal dan perbaikan fundamental.














