Jakarta, 20 Juli 2026 — Tim Pengabdian kepadaMasyarakat Universitas Mercu Buana menggelarpelatihan bertajuk “Transformasi KomunikasiPemasaran UMKM melalui Digital Content Marketing dan Redesain Visual Produk” bagi 30 pelaku usaharumahan produsen peyek dan bawang goreng di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Senin (20/7). Kegiatanini merupakan bagian dari Skema PemberdayaanKepada Masyarakat (PKM) Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun2026, dan diikuti oleh para pelaku usaha yang tergabung di bawah koordinasi Ketua Penggerak PKK setempat.
Kegiatan ini digagas menyusul hasil survei lapangan timpelaksana pada 12 Juli 2026 yang menemukan bahwameskipun produk UMKM berupa peyek dan bawanggoreng buatan mitra memiliki cita rasa yang baik, para pelaku usaha masih menghadapi tiga kendala utama: kemasan yang belum memenuhi standar branding, pemasaran yang masih terbatas pada pesan pribadiWhatsApp, serta minimnya keterampilan membuatkonten digital untuk kebutuhan promosi daring.
“Pelatihan ini dapat membantu pelaku UMKM untukmengembangkan usahanya karena dapatmenggunakan media sosial dan membuat foto produkyang bagus untuk promosi,” ujar M. Gufri Fatchani, Lurah Kedaung Kali Angke, dalam pembukaanpelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini.
Lebih lanjut, pada saat pelatihan disampaikan bahwa“kemasan adalah hal pertama yang dilihat konsumen. Kemasan yang menarik dapat meningkatkankepercayaan, memperkuat identitas produk, dan membuat produk lebih mudah dipilih di antara banyakpesaing,” ujar Anggi Almira Rahma, S.Ds., M.Ds, yang membawakan materi desain kemasan bertajuk“Packaging Cerdas, UMKM Naik Kelas” dalam pelatihantersebut.
Selain pelatihan desain kemasan, peserta juga dibekalistrategi pemasaran digital oleh Melly Ridaryanthi, Ph.Dmelalui materi “Jualan Laris Manis dari Rumah”. Materi ini mengenalkan peserta pada pemanfaatan WhatsApp Business, grup Facebook komunitas kuliner lokal, dan Instagram sebagai kanal promosi baru di luar carapemasaran konvensional yang selama ini merekajalankan. Pelatihan secara interaktif dilakukan untukmemastikan peserta memahami dan dapatmengaplikasikan pengetahuan yang diberikan.
“Modal utama jualan online bukanlah teknologi yang canggih, melainkan keberanian kita untuk memulaimencoba,” demikian salah satu pesan kunci yang disampaikan dalam sesi tersebut kepada para peserta.
Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi praktiklangsung membuat konten digital untuk promosi di media sosial dan penyusunan kalimat promosi(copywriting) yang dipandu oleh Muthia Rahayu, M.Ikom, selaku ketua pelaksana kegiatan. Pesertadilatih mengambil foto produk menggunakan teleponpintar dengan memanfaatkan cahaya alami dan teknikpenataan sederhana, sekaligus berlatih menyusunkalimat promosi yang lebih menggugah seleradibandingkan deskripsi produk yang selama ini merekagunakan.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Mercu Buana sebagai pendamping peserta selama sesipraktik berlangsung, yaitu Annisa Rahmawati, GhaisanRiansyah Putra, Elvina Destinia Drazat, dan Andini Tri Utami.
Tim pelaksana berharap pelatihan ini dapat mendorongpeningkatan daya saing produk mitra di pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang masuk keplatform digital maupun gerai ritel modern. Sebagaitindak lanjut, tim memberikan pendampinganberkelanjutan kepada mitra untuk memastikan hasilpelatihan dapat diimplementasikan. Dokumentasikegiatan turut direncanakan untuk dipublikasikan dalambentuk video di kanal YouTube LPPM Universitas MercuBuana, serta publikasi artikel ilmiah pada jurnalpengabdian kepada masyarakat terindeks Sintasehingga dapat berdampak manfaatnya.
Tentang Kegiatan
Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2026, dilaksanakan oleh tim dosenUniversitas Mercu Buana yang terdiri atas MuthiaRahayu, M.Ikom (Ketua Pelaksana), Melly Ridaryanthi, Ph.D, dan Anggi Almira Rahma, M.Ds (Anggota).
Kontak Media
Muthia Rahayu
Dosen, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas MercuBuana
081808037599














