Example floating
Example floating
Berita

PLN Enjiniring Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Peningkatan Kompetensi Guru dan Sarana Pembelajaran di SMKN 1 Jakarta

0
×

PLN Enjiniring Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Peningkatan Kompetensi Guru dan Sarana Pembelajaran di SMKN 1 Jakarta

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT PLN Enjiniring terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, dukungan diwujudkan lewat program “Penguatan Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Peningkatan Sarana Pembelajaran” yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Jakarta.

Bantuan program diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, kepada Kepala SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan dan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) yang bergerak dinamis, khususnya di sektor ketenagalistrikan dan energi berkelanjutan.

Fokus pada Kompetensi K3 dan Deep Learning

Program penguatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik, khususnya Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli:

  • Dian Budhi Santoso, S.T., M.Eng., IPM., yang memaparkan materi pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang kelistrikan.
  • Prof. Herri Mulyono, Ph.D., yang memberikan penguatan terkait pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam vokasi guna mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.

Kepala SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia menegaskan bahwa pembekalan budaya K3 akan menjadi keunggulan kompetitif bagi para lulusan.

“Kompetensi K3 ini menjadi keunggulan bagi lulusan SMK. Anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami cara bekerja dengan aman dan sesuai prosedur. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Enjiniring atas dukungan yang diberikan,” ujar Awalusilman.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi kunci utama di tengah perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, guru juga perlu terus memahami dinamika serta kebutuhan industri agar ilmu yang diberikan kepada siswa tetap relevan,” kata Anita.

Selain peningkatan kompetensi guru, PLN Enjiniring turut menyerahkan bantuan berupa peralatan praktikum KNX. Sarana pembelajaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para siswa untuk menunjang kegiatan praktik di sekolah.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Handy Wihartady, menegaskan bahwa keterlibatan industri dalam dunia pendidikan adalah fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap transisi energi.

“Sebagai perusahaan enjiniring di sektor ketenagalistrikan dan energi, kami memandang pendidikan vokasi memiliki peran strategis. Melalui program ini, kami ingin mendorong kompetensi guru dan budaya keselamatan kerja agar selaras dengan transformasi energi hijau di masa depan,” tutur Handy.

Melalui sinergi antara dunia industri dan institusi pendidikan ini, PLN Enjiniring berharap dapat terus melahirkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, berdaya saing global, serta siap menjawab tantangan dunia kerja masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *