Merauke — Tokoh Pendidikan Papua Selatan sekaligus Tokoh Suku Biak di Kabupaten Merauke, Sergius Womsiwor, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa terhadap masyarakat yang sedang berupaya mencari nafkah melalui aktivitas pendulangan emas di sejumlah wilayah di Papua.
Menurut Sergius, setiap kehidupan manusia memiliki nilai yang sangat berharga dan harus dijunjung tinggi bersama. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan, rasa empati, serta semangat persaudaraan dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di tanah Papua.
“Mereka yang datang untuk bekerja dan mencari penghidupan tentu memiliki keluarga yang menanti kepulangan mereka. Karena itu, mari kita semua menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan menghindari segala tindakan yang dapat menimbulkan penderitaan bagi sesama,” ujar Sergius.
Ia juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi, demi menjaga keselamatan dan keamanan bersama.
Sebagai seorang pendidik, Sergius menilai bahwa pendidikan, dialog, dan pendekatan damai merupakan jalan terbaik untuk membangun masa depan Papua yang lebih harmonis dan sejahtera. Menurutnya, masyarakat Papua memiliki budaya persaudaraan yang kuat dan menjunjung tinggi nilai saling menghormati antar sesama.
“Kami percaya bahwa masa depan Papua akan menjadi lebih baik apabila dibangun dengan kasih, persaudaraan, dan semangat untuk saling melindungi, bukan saling menyakiti,” lanjutnya.
Sergius juga menegaskan bahwa masyarakat Suku Biak di Papua sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat yang terbuka, menjunjung nilai kebaikan, serta hidup berdampingan secara damai dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Sergius berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kedamaian di tanah Papua dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh melalui pendidikan, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Papua adalah rumah bersama. Sudah sepatutnya kita menjaga kehidupan, merawat persaudaraan, dan menghadirkan harapan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.
