Example floating
Example floating
BeritaNasional

Tim Peneliti UNJ dalam Skema BRIN-RIIM Ekspedisi Wallacea Telusuri Jejak Peradaban dan Bahasa Muna

8
×

Tim Peneliti UNJ dalam Skema BRIN-RIIM Ekspedisi Wallacea Telusuri Jejak Peradaban dan Bahasa Muna

Sebarkan artikel ini

MUNA – Tim peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang diketuai Prof. Dr. Endry Boeriswaty, M.Pd., melakukan kunjungan ke Barugano Wuna (Rumah Adat Muna) sebagai bagian dari penelitian BRIN-RIIM Ekspedisi Wallacea. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menggali dan mendokumentasikan berbagai jejak sejarah peradaban masyarakat Muna, termasuk sejarah Kerajaan Muna yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat.

Kunjungan ke Barugano Wuna tidak hanya dilakukan untuk mengamati peninggalan dan jejak sejarah, tetapi juga menggali berbagai informasi mengenai kebudayaan masyarakat Muna yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu fokus penelitian adalah pendokumentasian leksikon bahasa Muna serta berbagai cerita tradisi lisan yang saat ini mulai jarang dikenal dan diingat oleh generasi muda. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat sebagian kosakata serta tradisi lisan berpotensi semakin jarang digunakan.

Karena itu, dokumentasi menjadi langkah penting untuk menjaga agar pengetahuan kebahasaan dan budaya tersebut tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Endry Boeriswaty, M.Pd., mengatakan penelitian tidak hanya diarahkan pada dokumentasi konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari model revitalisasi bahasa.

“Salah satu yang dilakukan adalah corpus linguistik secara digital dengan menawarkan model revitalisasi dengan kamus digital tematik agar anak-anak generasi muda masih memahami bahasa Muna,” ujar Prof. Endry (14/09).

Menurut Prof. Endry, pendekatan digital diharapkan dapat membuat bahasa Muna lebih mudah diakses dan dipelajari oleh generasi muda. Kamus digital tematik nantinya dapat memuat kosakata berdasarkan tema tertentu sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali kekayaan bahasa dan pengetahuan lokal masyarakat Muna.

Selain bahasa, tradisi lisan juga menjadi bagian penting dalam penelitian. Cerita-cerita yang berkembang di tengah masyarakat tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga merekam cara pandang, pengalaman, dan pengetahuan masyarakat Muna dari generasi ke generasi.

Dokumentasi bahasa dan tradisi lisan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, serta upaya pelestarian budaya daerah.

Dukungan terhadap kegiatan penelitian tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Muna, Hadi Wahyudi. Ia menyambut baik kehadiran tim peneliti dan upaya yang dilakukan untuk mendokumentasikan sejarah serta kekayaan budaya Muna.

“Kami sangat mendukung kegiatan penelitian ini, terutama karena upaya dokumentasi bahasa, tradisi lisan, dan sejarah Muna sangat penting untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Hadi Wahyudi.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.

Penelitian RIIM Ekspedisi BRIN Wallacea yang melibatkan tim peneliti UNJ tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumentasi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Muna. Khususnya dalam memperkenalkan kembali sejarah, bahasa, dan tradisi lokal kepada generasi muda melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Keberadaan Barugano Wuna sebagai salah satu ruang penting dalam sejarah dan kebudayaan Muna menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya tersimpan dalam bentuk benda, tetapi juga hidup melalui bahasa, cerita, pengetahuan, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *