Example floating
Example floating
Berita

Tim Peneliti UNJ Gali Leksikon Laut dan Musim dari Masyarakat Pesisir Pantai Meleura, Muna

1
×

Tim Peneliti UNJ Gali Leksikon Laut dan Musim dari Masyarakat Pesisir Pantai Meleura, Muna

Sebarkan artikel ini


Muna, Sulawesi Tenggara — Tim peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan penelitian lapangan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada 11–18 September 2026, sebagai bagian dari Skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi BRIN di kawasan Wallacea.
Salah satu lokasi yang disambangi tim adalah Pantai Meleura di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia. Pantai ini dikenal luas karena bentang alamnya yang khas — air laut jernih, tebing karst, serta gugusan pulau kecil — hingga kerap dijuluki “Raja Ampat-nya Muna”. Kementerian Pariwisata sendiri pernah menyebut kemiripan lanskap Meleura dengan gugusan bebatuan Raja Ampat dalam materi promosi wisatanya.
Meski demikian, kunjungan tim UNJ ke Meleura tidak semata untuk menikmati keindahan alamnya. Di balik panorama tersebut, tim memanfaatkan momen ini untuk menggali pengetahuan masyarakat setempat mengenai leksikon kelautan dan musim dalam bahasa serta budaya lokal Muna — mulai dari istilah untuk mengenali kondisi laut, pergantian musim, arah angin, waktu melaut, hingga berbagai fenomena alam yang selama ini menjadi bagian dari pengetahuan tradisional masyarakat pesisir.
Pengetahuan yang Kian Jarang Digunakan
Pendokumentasian leksikon ini dinilai mendesak karena sejumlah istilah dan konsep tradisional tersebut sudah semakin jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Untuk itu, tim peneliti turun langsung menemui warga dan para informan yang masih menguasai istilah-istilah tersebut, lalu mendokumentasikan hasilnya sebagai upaya menjaga kelestarian bahasa, pengetahuan lokal, dan warisan budaya masyarakat Muna.
Nadhifa, salah satu anggota tim peneliti dari UNJ, menjelaskan bahwa hasil kerja ini nantinya akan dikemas dalam bentuk kamus tematik digital. Ia berharap kamus tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi akademik, tetapi juga menjadi media belajar yang menarik dan mudah diakses oleh generasi muda, sehingga leksikon laut dan musim masyarakat Muna dapat terus dipelajari dan diwariskan lewat teknologi digital, bukan sekadar tersimpan dalam ingatan para penuturnya.
Digitalisasi sebagai Kunci Keberlanjutan
Tim peneliti memandang digitalisasi sebagai pendekatan penting dalam menjaga keberlangsungan pengetahuan bahasa lokal. Kamus tematik digital yang direncanakan akan memuat kosakata lengkap dengan makna, konteks penggunaan, dan informasi pendukung lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan peneliti.
Penelitian ini turut menegaskan bahwa sebuah ekspedisi ilmiah tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan akademik dan pengetahuan yang telah lama hidup di tengah masyarakat lokal.
Skema RIIM Ekspedisi sendiri dirancang untuk mendukung penelitian lapangan dalam menghimpun data, wawasan baru, maupun koleksi ilmiah terkait kekayaan sumber daya alam, sosial budaya, dan arkeologi Indonesia, dengan kawasan Wallacea sebagai salah satu wilayah strategis pelaksanaannya.
Melalui penelitian di Kabupaten Muna ini, tim UNJ berharap kekayaan leksikal dan pengetahuan tradisional masyarakat setempat dapat terdokumentasi dengan baik, sekaligus membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mempelajarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *