Example floating
Example floating
Selebaran

Waras 

11
×

Waras 

Sebarkan artikel ini

Oleh: Muhammad Zulkifli Mustafa

Kewarasan Harus dipupuk dan dicari. Dalam dunia yang berisik dan ramai, informasi mempengaruhi kondisi kewarasan manusia.

Kata waras begitu akrab di telinga dan pikiran. Memberikan makna seseorang manusia mesti berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai norma – norma kebenaran dan kebaikan. Kendati pun dalam keadaan kurang baik, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun, misalnya kehilangan sesuatu berharga dalam hidup. Bisa harta, jabatan, pertemanan hingga pasangan.

Namun faktanya tidak semua orang dapat mengerti makna waras. Sebab manusia kerap kali berbuat khilaf karena kondisi yang mendesak. Mengingatkan pada pepatah kuno :

Kebohongan menjadi benar dalam urusan perang dan cinta”.  

Sebuah pernyataan eksistensial bahwa manusia memiliki keinginan menjadi pemenang dan tak mau kalah pada subjek atau objek manapun.

Sementara pada sisi lain, teknologi informasi yang berkembang pesat, sampai – sampai sulit menentukan mana berita benar dan salah alias bohong atau hoax. Sehingga berdampak pada pengambilan kesimpulan dalam merespon sesuatu. Kejadian tersebut menentukan letak kewarasan seseorang, sebab dampak sesungguhnya dibuktikan melalui Keputusan dalam bersikap.

Mungkin beberapa dari kita mengira hanya terjadi pada berita resmi semata, selanjutnya dikemas menarik diberbagai platform. Tetapi sadarkah kita bahwa percakapan sehari – hari bagian dari berita level terkecil. Setiap percakapan memiliki maksud tertentu baik disadari maupun tidak, pada ujungnya hal tersebut mempengaruhi pikiran dan sikap seseorang.

Jika kita melihat dari kacamata ilmiah, orang – orang menyebutnya era post-truth. Istilah yang dipopulerkan oleh Steve Tesich, seorang pemenang oscar skenario asli tebaik pada film “Breaking Away” tahun 1979.

Tesich menulis artikel berjudul “A Government Of Lies” diterbitkan majalah The Nation pada januari 1992 karena menaruh keprihatian terhadap kondisi sosial-politik masyarakat amerika serikat. Menurutnya, Warga USA telah secara sadar dan sukarela memilih untuk hidup dalam dunia yang ditandai oleh kebohongan dan ketidakpedulian terhadap kebenaran objektif.

Menyambung dari pepatah kuno dan fenomena yang melandasi istilah post-truth, mungkin bawaan genetik manusia lebih mempercayai berita bohong untuk mendapatkan kemenangan atau kepuasan psikologis daripada menggali kebenaran yang mungkin akan menyakitkan. Bukankah lebih baik menelan pil pahit untuk kesembuhan daripada memanjakan penyakit dan membuat lebih parah.

Inilah alasan kenapa waras mesti menjadi pegangan manusia agar dapat mengantipasi penyakit atau menyembuhkan diri. Kewarasan haruslah dipupuk dan dicari. Dalam dunia yang ramai dan berisik, informasi mempengaruhi kondisi kewarasan manusia.

Maka mencari dan menemukan kewarasan adalah cara mempertahankan diri dari informasi yang dapat menjerumuskan kepada kedangkalan pikiran dan sikap.

Barangkali upaya menjadi waras dilakukan dengan terus belajar dan mengenali diri. Tidak sulilt namun bukan berarti mudah. Belajar selalu memberikan ketidaknyamanan dan mengenali diri selalu dikaburkan oleh ego atas nirkesalahan.

Padahal rasa tidak nyaman dapat membantu untuk mencapai sesuatu yang berarti. Sementara mengenali diri alat untuk mengukur kelemahan dan kekuatan kita sebagai manusia agar tidak mengulangi keselahan dan kebodohan yang sama. 

Sebagai penutup ingatlah pesan kaisar roma yang terkenal bijaksana dan termasyur sepanjang Sejarah.  Marcus Aurellius berpesan :

Segala sesuatu yang kita dengar Adalah pendapat, bukan fakta.
Segala Seuatu Yang kita lihar Adalah perspektif, bukan kebenaran.

Selama kamu hidup, terus belajar bagaimana hidup.
Berbuat slah Adalah manusiawi, tetapi bertahan dalam kesalahan itu jahat.

Untuk menjaga kewarasan, apapun tantangan dan masalahnya, jangan hindari, hadapilah. Sebagaimana kasih seroang ibu kepada anaknya, yang menentang kematian saat melahirkan. kemudian dibesarkan dan dididik melalui cinta tak pernah habis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *