Oleh: Painus Magai (Ketua KNPI Kwamki Narama)
Kepemudaan di Mimika sesungguhnya menyimpan kekuatan yang besar sayangnya, belum semua menyadari potensi itu. Kita adalah anak-anak Papua, anak-anak negeri yang hidup di atas tanah yang kaya dan penuh anugerah. Namun, tak jarang kita sendiri masih gamang menentukan arah langkah.
Sebagai bagian dari KNPI di Kwamki Narama, saya menyaksikan langsung kondisi pemuda hari ini. Banyak yang punya semangat dan mimpi besar, tetapi tidak sedikit pula yang berjalan tanpa tujuan jelas. Ada yang ingin maju, namun belum tahu harus mulai dari mana. Ada juga yang akhirnya memilih diam, terbawa arus, atau tenggelam dalam aktivitas yang tidak memberi dampak bagi masa depan.
Kita perlu jujur mengakui: ruang bagi pemuda belum sepenuhnya terbuka. Namun di sisi lain, kita juga tidak bisa terus menunggu. Menunggu pemerintah, menunggu program, atau menunggu bantuan hanya akan membuat kita semakin tertinggal. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri dari langkah kecil, dari kampung, dari distrik, dari lingkungan terdekat kita.
Mimika bukanlah daerah yang kekurangan peluang. Kita punya kekayaan alam, potensi ekonomi lokal, budaya yang kuat, hingga pariwisata yang menjanjikan. Tetapi semua itu tidak akan berarti jika pemudanya hanya menjadi penonton. Kita harus berani turun tangan memulai usaha kecil, membantu keluarga, melestarikan budaya, dan membangun kemandirian.
Tantangan lain yang kita hadapi adalah kecenderungan untuk berjalan sendiri-sendiri. Perbedaan kelompok dan kepentingan sering kali membuat kita terpecah. Padahal, jika kita mampu duduk bersama, berdialog dengan baik, dan bekerja sama, kekuatan kita akan jauh lebih besar.
Pemuda Mimika perlu mengubah cara pandang. Kita bukan masyarakat pinggiran kita adalah tuan di tanah sendiri. Kita memiliki hak untuk berkembang, sekaligus tanggung jawab untuk membangun daerah ini.
Saya yakin, ketika pemuda Mimika mulai bergerak meski perlahan namun konsisten perubahan itu pasti akan terlihat. Tidak harus langsung besar. Yang penting adalah memulai, dari hal yang nyata, sederhana, tetapi memberi dampak.
Harapan saya, pemuda Mimika tidak hanya menjadi bagian dari cerita masa depan, tetapi menjadi pelaku perubahan hari ini. Kita bekerja, kita membangun, dan kita menjaga tanah ini bersama-sama.














