Example floating
Example floating
Berita

Peneliti Tekankan Peran Pemuda dan Pendidikan dalam Pembangunan Papua

0
×

Peneliti Tekankan Peran Pemuda dan Pendidikan dalam Pembangunan Papua

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Peneliti senior Merah Pusaka Strategic Indonesia (MPSI) Annas Fitrah Akbar menekankan pentingnya peran pemuda dan sektor pendidikan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Papua.

Hal itu disampaikan Annas usai melakukan penelitian di sejumlah wilayah di Papua, termasuk Timika.

Menurut dia, Papua memiliki potensi besar yang mencakup sumber daya alam, budaya, dan bahasa. Dari sekitar 700 bahasa daerah di Indonesia, sekitar 400 di antaranya berasal dari Papua, atau hampir 50 persen kekayaan bahasa nasional.

“Ini merupakan kekayaan besar selain sumber daya alam, namun juga menjadi tantangan karena belum adanya pemahaman yang sama lintas kelompok di Papua,” ujarnya dalam diskusi bersama Komunitas Mahasiswa Pemuda Nusantara di Jakarta, 1 April 2026.

Ia menilai masih terdapat tantangan dalam implementasi kebijakan di lapangan, terutama terkait tata kelola yang belum optimal.

“Dalam diskusi dengan sejumlah pihak, ada indikasi persoalan sistem, termasuk implementasi kebijakan yang belum tepat sasaran,” katanya.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Annas menegaskan pemuda memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial dan agen perubahan.

“Pemuda harus menjadi alat kontrol dan pembawa perubahan terhadap kebijakan, tetapi dengan pendekatan edukatif, bukan kekerasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan kebiasaan sosial yang dinilai negatif, seperti konsumsi alkohol dan perilaku kekerasan, perlu dilakukan melalui pendekatan pendidikan dan sosial.

Dalam paparannya, Annas juga mengusulkan model pendidikan berbasis asrama di wilayah-wilayah yang rawan konflik sosial. Menurut dia, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk membentuk disiplin dan memperkuat karakter generasi muda.

“Sekolah berbasis asrama bisa menjadi solusi untuk memutus pola sosial yang kurang sehat,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan pendidikan sejak usia dini, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan literasi budaya guna menjaga identitas lokal.

Annas juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam meminimalkan konflik antarsuku yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua. Ia menilai peningkatan literasi pendidikan, ekonomi, dan budaya dapat menjadi kunci untuk mengurangi potensi konflik sekaligus memperkuat kohesi sosial.

Sementara itu, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Arman Wakum yang juga pembina Ikatan Mahasiswa Cendrawasih (IMACE UKI) menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Papua.

Ia menyatakan dukungannya terhadap gagasan pembentukan asrama terpadu dan sistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.

Namun, ia menilai pengelolaan asrama harus mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya dan bahasa.

“Asrama penting karena Papua memiliki keragaman bahasa. Dengan pengelolaan yang baik, asrama dapat membentuk kedisiplinan dan melahirkan generasi yang mampu memberi dampak bagi daerah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *