Example floating
Example floating
Berita

BI Gandeng Tiga Ponpes di NTB untuk Pilot Program Pertanian Pintar

8
×

BI Gandeng Tiga Ponpes di NTB untuk Pilot Program Pertanian Pintar

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap bersama beberapa perwakilan sedang menunjukan program pertanian pintar yang saat ini digagas oleh BI dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi. (foto/ist)

Pemuda.co.id, MATARAM – Bank Indonesia saat ini mengembangkan program smart farming (pertanian pintar) dengan menggandeng tiga pondok pesantren (Ponpes) besar di wilayah Nusa Tenggara Barat yaitu, Ponpes Nurul Haramain, Ponpes Nurul Hakim, dan Ponpes Thohir Yasin.

“Ketiga ponpes tersebut yang menjadi pilot program integrated farming with technology information and society ini,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap pada wartawan, Senin (22/01/2024).

Ia memaparkan, program smart farming bertujuan mengembangkan sejumlah komoditas pangan guna mengendalikan inflasi.

“Melalui gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP), BI berupaya menjaga kestabilan harga dari sisi hulu maupun sisi hilirnya lewat program smart farming ini,” imbuh Berry.

Kedepannya, lanjut Berry, petani dapat menanam komoditas-komoditas penyumbang inflasi di luar musim tanamnya. Penanaman di green house diyakini dapat membuat lingkungan sekitar penanaman lebih terkontrol, sehingga produksi lebih maksimal dengan pertumbuhan yang baik.

“BI NTB telah membuat kesepakatan dengan Pemkot Mataram untuk membantu proses pemasarannya. Semua produksi green house tiga ponpes ini nantinya akan diserap kios TPID di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram,” bebernya.

Di kios tersebut menjual beras dan komoditas pangan lainnya dengan margin yang tidak terlalu tinggi. Hal itu dilakukan untuk bisa mengendalikan fluktuasi harga komoditas pangan tersebut.

“Harapannya, baik hulu maupun hilir pada akhirnya bisa mengendalikan harga di pasar. Sehingga bisa mengarah pada kesejahteraan semua pihak, baik ponpes maupun masyarakat,” tandasnya. (AY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *