JAKARTA – PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring/PLNE), anak perusahaan PT PLN (Persero), mengenalkan keterampilan masa depan (future skills) dan transisi energi bersih kepada siswa SMKN 1 Jakarta melalui kegiatan edukasi yang digelar di Jakarta, Selasa.
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai peluang karier di sektor ketenagalistrikan sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap tantangan perubahan iklim dan pengembangan energi berkelanjutan.
Assistant Manager Pengembangan Talenta PLN Enjiniring, Musthafa Endy Basranto, menjelaskan PLN Enjiniring memiliki peran strategis sebagai perusahaan konsultan dan enjiniring yang mendukung pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional, mulai dari studi kelayakan, desain, konstruksi, pengujian, operasi hingga pemeliharaan infrastruktur energi.
Menurut dia, peningkatan kapasitas pembangkit listrik nasional harus diimbangi dengan penguatan keandalan sistem kelistrikan melalui dukungan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kebutuhan talenta teknik bersertifikasi di bidang ketenagalistrikan masih sangat besar. Di sisi lain, perkembangan teknologi menuntut generasi muda untuk memiliki future skills agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), otomatisasi, analisis data besar (big data), dan transformasi digital membuat penguasaan hard skills maupun soft skills menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
Menurut Musthafa, kemampuan komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan pemecahan masalah menjadi kompetensi yang harus dimiliki selain kemampuan teknis.
Dalam kesempatan tersebut, PLN Enjiniring juga memperkenalkan Program Magang PLN Enjiniring yang dibuka sepanjang tahun sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.
Melalui program itu, peserta magang memperoleh pengalaman kerja langsung, penguatan kompetensi teknis dan nonteknis, serta keterlibatan dalam berbagai proyek ketenagalistrikan.
Sementara itu, Process Engineer PLN Enjiniring, Ade Citra Khairunisa, mengajak siswa memahami dampak perubahan iklim akibat peningkatan emisi karbon dari penggunaan bahan bakar fosil dan aktivitas industri.
Ia menjelaskanperubahan iklim berdampak pada cuaca ekstrem, peningkatan suhu laut, hingga ancaman terhadap ketersediaan sumber daya air.
Menurut Ade, Indonesia saat ini tengah menjalankan transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan melalui pengembangan energi baru terbarukan.
Berbagai sumber energi seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, panas bumi, biomassa, hingga teknologi penyimpanan energi menjadi bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission tahun 2060.
Ade juga memperkenalkan sejumlah proyek energi bersih yang didukung PLN Enjiniring, antara lain proyek Upper Cisokan Pumped Storage berkapasitas 1.040 megawatt (MW), PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MW, serta pengembangan PLTB Maubesi di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, PLN Enjiniring turut berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dan kajian teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai opsi energi rendah emisi di masa depan.
Kepala SMKN 1 Jakarta menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan langsung kepada siswa mengenai perkembangan industri energi nasional dan kebutuhan kompetensi dunia kerja masa depan.
Melalui kegiatan edukasi itu, siswa memperoleh pemahaman mengenai peluang karier di bidang ketenagalistrikan, energi terbarukan, teknologi digital, hingga rekayasa sistem energi modern.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN Enjiniring dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia yang siap menghadapi tantangan transformasi energi dan mewujudkan masa depan energi yang andal, berkelanjutan, serta ramah lingkungan.














